Longsor Tutup Akses Antar Desa di Ngebel, Babinsa dan Warga Bergerak Cepat Buka Jalan


Ponorogo — Tanah longsor menutup akses jalan penghubung antar desa di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa, 31 Maret 2026. Material longsoran menutup jalur yang menghubungkan Dusun Ngrambing, Desa Sahang, sehingga sempat menghambat mobilitas warga.

Peristiwa ini diduga dipicu tingginya curah hujan yang membuat struktur tanah menjadi labil. Akibatnya, badan jalan tertimbun tanah dan tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sahang, Serda Eko S, mengatakan pihaknya segera mengambil langkah cepat setelah menerima laporan dari warga. Ia langsung berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat setempat untuk melakukan penanganan darurat.

“Curah hujan cukup tinggi sehingga tanah tidak mampu menahan beban air dan akhirnya longsor menutup jalan,” ujar Eko saat ditemui di lokasi, Rabu, 1 April 2026.

Menurut dia, kerja bakti dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga sekitar. Tanpa menunggu waktu lama, proses pembersihan material longsor segera dilakukan menggunakan peralatan sederhana.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Dalam waktu relatif singkat, akses jalan yang sempat tertutup berhasil dibuka kembali dan dapat dilalui seperti semula.

Eko menambahkan, keberhasilan penanganan ini tidak lepas dari sinergi antara aparat dan masyarakat.

Ia mengapresiasi partisipasi warga yang turut membantu proses evakuasi material longsor.

“Berkat kerja sama semua pihak, jalan sudah bisa difungsikan kembali,” katanya.

Meski demikian, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.

0/Post a Comment/Comments