![]() |
| Petugas Rutan Ponorogo menikmati momen river tubing di Kemuning. |
Karanganyar - Suasana penuh energi dan semangat membara terlihat dari ratusan pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo yang mengikuti rangkaian Pembinaan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD) 2025 di kawasan wisata alam Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah.
Tahun ini, FMD dikemas lebih menantang dengan kombinasi aktivitas ekstrem yang dirancang untuk memperkuat karakter, integritas, dan kekompakan jajaran pemasyarakatan.
Kegiatan dimulai dengan outbound teamwork yang menuntut konsentrasi, kelincahan, dan kerja sama erat antarpegawai.
Berbagai permainan seperti jembatan tali, estafet strategi, hingga tantangan keberanian membuat seluruh peserta harus mengandalkan komunikasi dan kekompakan untuk menyelesaikan setiap rintangan.
Setelah berhasil menuntaskan outbound, rombongan melanjutkan adrenalin mereka dalam jeep adventure.
Menggunakan kendaraan 4x4, para peserta harus menaklukkan medan ekstrem mulai dari tanjakan curam, rute berbatu, jalan berlumpur, hingga kubangan air yang memaksa pengemudi dan penumpang tetap fokus dan kompak. Tawa, teriakan semangat, dan percikan lumpur menjadi bukti bahwa kebersamaan mereka semakin menguat.
Puncak kegiatan ditutup dengan river tubing, menyusuri derasnya aliran sungai di Kemuning dengan ban karet. Suasana cair penuh gelak tawa membuat hubungan emosional antarpegawai semakin erat di luar suasana formal kantor.
Dalam kegiatan FMD tahun ini, Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, memberikan pernyataan lengkap mengenai pentingnya pembinaan karakter melalui tantangan alam.
“FMD 2025 ini kami rancang sebagai momentum pembentukan jati diri pegawai. Bukan hanya melatih fisik, tetapi juga menguatkan mental, kedisiplinan, dan rasa kebersamaan. Medan ekstrem di Kemuning ini menjadi simbol bahwa setiap tantangan dalam pekerjaan harus dihadapi dengan keberanian, strategi, dan kekompakan,” tegas Karutan.
![]() |
| Karutan Ponorogo bersama petugas mengikuti senam pagi dalam rangkaian FMD 2025. |
Agung menambahkan bahwa jiwa pegawai pemasyarakatan harus kokoh baik di medan tugas maupun di luar lingkungan kerja.
“Pegawai Rutan Ponorogo harus siap menghadapi segala dinamika. Melalui outbound, jeep adventure, hingga river tubing, kami ingin menanamkan nilai bahwa setiap rintangan hanya bisa dilewati jika kita solid dan saling mendukung. Ini bukan sekadar kegiatan rekreasi — ini adalah pembentukan mental baja, disiplin tinggi, dan integritas yang tidak bisa ditawar,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa FMD adalah agenda yang akan terus dikembangkan untuk memperkuat SDM pemasyarakatan.
“Saya berharap setelah kembali ke tempat tugas, seluruh pegawai membawa pulang semangat baru, energi positif, dan komitmen kuat untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan gelaran FMD Kemuning 2025 ini, Rutan Ponorogo menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia yang tangguh, solid, dan siap menghadapi tantangan pemasyarakatan yang semakin kompleks. (Hms/Red)


Posting Komentar